Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts

Thursday, 27 August 2015

Ini Nih Penyebab Dollar Meroket !!!

Dollar Vs Rupiah - Gak Cuma Sekali


Tahu Gak kenapa kok nilai mata uang kesayangan kita bisa meroket ? Bukannya meroket keangkasa, tapi malah ambles ke bawah. Kalah jauh sama dollar ?

Bayangin aja, udah 14.000 per 1 US$ !!! rencana gua buat ambil MIT di Amerika jadi agak terkendala nih...


Langsung aja kagak usah bertele-tele, ini nih penyebab dollar meroket di Indonesia.

1. Import dan Export
kalo Indonesia terlalu banyak Import dari luar negeri, otomatis kita mesti belinya dalam dollar (karena dari luar negeri). Logikanya, kalo barang lagi laris pasti harganya jadi mahal. Sedangkan kita Export ke luar negeri masih agak kurang.

2. Kurangnya turis masuk
Nah, kalo kita mau ke luar negeri kan mesti nukar rupiah jadi VISA atau gampangnya dollar. Tapi kalo banyak turis yang masuk ke Indonesia kan banyak tuh yang beli rupiah, jadinya bisa naik. Nah ini adalah masalah gimana teknik kita buat narik turis ke Indonesia.

3. Investasi Asing
Nah, lagi. kalo banyak investor asing yang beli rupiah buat nanam modal disini pastinya harga rupiah lagi kan. Semakin banyak investor yang nanam saham pake rupiah, rupiah juga bakalan menguat.

4. Kepercayaan Luar Ngeri
Nyambung yang sebelumnya, kalo indonesia masih banyak kerusuhan sama banjir pasti kan turis maupun investor gak pada mau tuh masuk ke rupiah. Singkatnya semakin maju suatu negara biasanya bakalan semakin maju kestabilan dan keamanannya.

5. Korupsi
Ini nih yang jadi masalah pelik, karena udah naik melewati peringkat ke 5 loh kita dalam hal korupsi. Yah intinya kepercayaan terhadap Indonesia bakalan ancur kalo korupsi dimana-mana. Yang pastinya bakalan menurunkan lagi nilai rupiah.

Intinya adalah, bayangin aja kalo US$ sampai ke 1000 rupiah. Waaah, beli iphone6 cuma sekitar sejuta, beli lamborghini kagak sampe 200 juta, mau liburan ke US cuma butuh paling 10 jutaan.

Tapi, yang katanya para menteri dan pak presiden kita aja yang katanya katanya pinter aja kagak bisa menanggulangi masalah ini. Apalagi gua !!

Gak Cuma Sekali






+

Thursday, 8 January 2015

Kota dengan 70.000 Ular ?




Pernah denger nama Manitoba gak ?

Itu adalah nama sebuah kota di negara Kanada, jadi bukannya Dano Toba yang ada di Sumatera tapi ada jauh di negeri Amerikaan sana. Nah uniknya, disini anda bisa menemukan puluhan ribu ular dengan berbagai jenis. Serem juga sih, tapi emang begitu. Di kota ini ular emang sengaja dikembang biakkan biar tetap lestari katanya. Kebayang gak betapa ngerinya berada di tengah mereka dan dikerubutin sama puluhan ribu ular, meskipun gak se mematikan seperti ular Cobra, tapi tetep aja gelinya kerasa banget.

Gak cuma buat sekedar mengembang biakkan aja, tapi juga tempat ini sering dijadikan tempat wisata bagi orang-orang yang pengin lihat ular meskipun gak boleh asal-asalan masuk. Karena ada juga spesies ular yang berbahaya. Tapi jangan khawatir, sebenernya malahan ular-ular itu sih yang nantinya akan terganggu dengan keberadaan manusia disana. Jadinya dikasih terowongan yang dibuat khusus buat para wisatawan. Yang nantinya bisa melihat puluhan ribu ular dari kaca-kaca.

Tapi juga gak sepanjang tahun ular-ular itu kelihatan. Waktu yang paling pas adalah saat musim semi saat para ular melakukan perkawinan. Kalo sudah masuk ke musim gugur para ular bakalan kembali ke sarang mereka, dan pas musim dingin mereka akan hibernasi atau tidur panjang.



Di negara kita tercinta juga katanya ada tuh pulau ular di Nusa Tenggara barat yang dihuni sama ribuan ular, cuma kalau di Kanada itu kebanyakan ular garter yang punya khas warna belang kayak gitu, di NTB itu isinya adalah ular laut. Yang katanya punya bisa lebih mematikan dari King Cobra.


+

Tuesday, 30 December 2014

Uniknya Sumber Air Panas Yang Eksotis

Tuhan emang gak henti-hentinya membuat sesuatu yang luar biasa, dengan menunjukkan kuasanya membuat suatu keindahan alam yang gak bisa dibuat oleh manusia sendiri. Nah ini ada beberapa keindahan Sumber air panas yang eksotis ciptaan Yang Maha Kuasa di beberapa belahan dunia, Lets Check It Out !!

1. Grand Prismatic Spring, Amerika
Gak Cuma Sekali, Grand Prismatic Spring (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)



Yang pertama, sumber air panas di Taman Nasional Yellowstone, Wyoming, yang diberi nama Grand Prismatic Spring. Sumber air panas ini merupakan yang paling besar di Amerika Serikat, atau terbesar ketiga di dunia. Sumber air panas yang dikenal dengan sebutan danau mendidih ini,  berada di ketinggian 2.220 meter di atas laut. Memiliki diameter lebih dari 121 meter, dengan debit air panas 560 galon per menit,  serta suhu 70 C.


Pemandangan di sumber air panas ini sangat menganggumkan. Warna-warna indah tersaji di sekeliling danau. Warna-warna hidup dalam prisma agung adalah hasil dari bakteri berpigmen di tikar mikroba,  yang tergantung pada rasio klorofil karotenoid. Di musim panas,  tikar ini cenderung oranye dan merah. Sedangkan di musim dingin, tikar biasanya berwarna hijau gelap. Pusat kolam atau danau sendiri tergolong steril karena panas yang ekstrim ini.


2. Mammot Hot Spring, Masih Amerika
Gak Cuma Sekali, Mammoth Hot Spring


Sumber air kedua, masih di Taman Nasional Yellowstone,  Amerika Serikat. Di sebuah bukit bernama Travertine yang artinya marmer batu alam kapur,  terdapat kompleks sumber air panah besar Mammoth hot springs.

Sumber air panas ini tercipta ribuan tahun yang lalu. Meski terletak di luar kaldera batas energi, namun mata air ini telah dikaitkan dengan sistem magmatik yang sama dengan daerah panas bumi lain di Yellowstone.


Air panas yang berasal dari Feed Mammoth Norris Geyser Basin, melakukan perjalanan bawah tanah melalui garis patahan, kemudian mengalir melalui batu kapur yang kira-kira sejajar dengan perjalanan dari Norris ke Mammoth. 
Sirkulasi dangkal di sepanjang koridor ini memungkinkan air panas didinginkan sebelum ke permukaan di Mammoth.  Suhu umumnya sekitar 170 Fahrenheit atau 80 Celcius.

Fitur paling terkenal di mata air adalah teras minerva.  Serangkaian teras travertine menjadi pemandangan yang menakjubkan. Teras-teras telah disimpan oleh pegas selama bertahun-tahun. Namun karena gempa kecil, lubang musim semi telah bergeser. Daerah ini adalah salah satu sumber air panas terbaik di dunia.  Sekaligus daerah dengan suhu paling dinamis.


3. Blood Pond Hot Spring, Jepang
Gak Cuma Sekali, Blood Pond Hot Spring (sumber:blogspot.com)

Negara matahari terbit juga memiliki sumber air panas yang tak kalah eksotis.Blood Pond adalah salah satu sumber air panas di Jepang yang memiliki pemandangan indah. Karena kandungan besinya tinggi, sumber air panas ini berwarna merah terang.  

Banyak wisatawan yang memilih memotret keindahan alamnya,  dibanding berendam di kolam air panas yang tersedia. Blood Pond Hell, biasa orang menyebut, atau artinya neraka di Bepu, Jepang ini, memiliki sembilan sumber air panas alami yang mempesona, dengan suhu rata-rata 78 derajat celcius. Sumber air panas ini telah menjadi salah satu objek wisata yang wajib di kunjungi di Jepang. 

Maka dari itu,  setiap musim libur tiba, Blood Pond Hell selalu dipenuhi wisatawan. Bahkan beberapa wisatawan juga memanfaatkannya untuk melakukan refleksi penyembuhan.

4. Blue Lagoon, Islandia
Gak Cuma Sekali, Blue Lagoon (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)


Sumber air panas alam berikutnya adalah, Blue Lagoon atau laguna biru. Sumber air panas ini terletak  di Islandia yang juga sangat menarik untuk dikunjungi. Terletak di Grindavik,  di barat daya Islandia,  atau 13 kilometer dari Bandara Internasional Keflavik. Waktu tempuh perjalanan ke lokasi ini hanya 20 menit. 


Sementara dari Ibukota Reykjavik, jarak ke Blue Lagoon mencapai 39 kilometer atau membutuhkan 40 menit waktu perjalanan. Pendeknya jarak tempuh menuju Blue Lagoon menjadi keuntungan tersendiri bagi pemerintah setempat dalam mempromosikannya sebagai destinasi liburan. 

Air panas di Blue Lagoon terkenal kaya mineral seperti silika dan belerang. Berendam di Blue Lagoon, dipercaya bisa membantu penderita penyakit kulit. Suhu air di pemandian,  rata-rata 37 hingga 39 derajat celcius. Di Blue Lagoon juga ada fasilitas penelitian dan pengembangan untuk membantu menemukan obat penyakit kulit. 

Ada keunikan di sumber air panas Blue Lagoon.  Yakni pemerintah Islandia menerapkan aturan ketat kebersihan wisatawan. Mereka tidak diperkenankan menggunakan pakaian, saat mandi di kamar mandi komunal Blue Lagoon. 

5. Gleenwood Spring, Colorado
Gak Cuma Sekali, Gleenwood Springs (sumber:blogspot.com,old.uniknya.com)


Yang terakhir adalah sumber air panas Gleenwood Springs.  Lokasi ini lebih tepat digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga. Wisatawan dapat menikmati kolam renang terapi, atau berenang di dalam kolam biasa dengan air yang cukup panas,  dengan dilengkapi pula kolam renang anak-anak.  


Semua kolam renang di Gleenwood kaya akan garam mineral.  Gleenwood springs awalnya dikenal sebagai Defiance. Defiance didirikan pada tahun 1883,  yakni sebuah kamp tenda dan salon,  yang dilengkapi sejumlah kabin dan tempat menginap. 

Setelah berdiri,  kamp lebih banyak diisi para pejudi. Istri pendiri kota, Ishak Cooper yakni Sarah, mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan tersebut. Bersama suaminya,  ia kemudian membujuk pendiri lain untuk mengubah nama menjadi Gleenwood Springs, Colorado.

Sumber : Uniknya
+

Negara Yang Kehidupannya Terancam Oleh Air


Pernah kepikiran gak kalau anda hidup di negara yang sama sekali gak ada air sama sekali ? atau malahan negara yang sudah terancam oleh air itu sendiri ? selain jadi sumber kehidupan, air juga bisa berubah jadi sesuatu yang menakutkan loh.

Nah, ini ada beberapa Negara yang kehidupannya terancam oleh air.

1. Maladewa



Maladewa merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak dikawasan sebelah utaran Samudra India dan selatan India. Maladewa dikenal pula sebagai negara kecil yang didirikan di atas daratan koral dengan ketinggian daratan 1 meter di atas permukaan air laut. Karena ketinggian wilayahnya itulah, National Geographic menyebut kawasan Maladewa sebagai ‘titik nolnya’ untuk perubahan iklim di dunia.

Pada 2009 ,  Presiden Mohamed Nasheed bersama dengan para menteri yang tergabung di dalam kabinetnya, mengadakan sebuah pertemuan yang khusus membahas isu naiknya permukaan air laut. Sang presiden merasa bahwa negaranya tersebut terancam tenggelam, sehingga pemerintahnya perlu melakukan langkah-langkah untuk menanggulanginya secara efektif dan efisien.  Berdasarkan lembaga klimatologi IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), jika permukaan air laut naik sebanyak tujuh inchi saja, maka Maladewa akan tenggelam dan punah.


2. Irlandia


Hujan yang deras dijadikan kambing hitam tercampurnya air yang berasal dari mata air dengan air kotoran, limbah yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor yang berasal dari lahan pertanian dan peternakan. National Geographic melaporkan bahwa pemerintah Irlandia telah menempuh langkah dengan memasangkan detektor polusi nirkabel di beberapa sungai, sehingga dapat diketahui unsur kandungan air sungai tersebut.

3. Selandia Baru ( New Zealand ) Terancam Es Mencair


Negara yang satu ini popular dengan keindahan dan keeksotisan relief daratan dan alam liarnya, namun demikian negara ini terancam oleh isu air yang sangat serius akibat mencairnya Gletser (gunung es) Tasman. Dr. Martin Brook, dosen mata kuliah Geografi Fisikal  dari Massey University mengatakan:”Iklim yang sekarang terjadi di kawasan tersebut terlalu hangat untuk gletser dan mencegahnya untuk tidak mencair diketinggian 730m di atas permukaaan laut. Akibatnya gletser pun mencair dengan cepat dan akan hilang secara bersamaan.”

Gletser yang berada di kawasan Tasman tersebut bahkan membentuk sebuah danau alami, salah satunya bahkan sudah tidak terlihat lagi sejak 1973, berdasarkan keterangan Brook. Citra satelit Selandia Baru yang Anda lihat diambil pada 30 Maret 2011 lalu, melalui Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) oleh satelit Aqua.



4. Belanda Terancam Naiknya Permukaan Air Laut


Sebagaimana ancaman yang membuntuti masyarakat di Maladewa, Belanda yang dikenal sebagai negeri kincir angin dan keju ini pun diancam oleh permukaan air laut yang naik. Bayangan berwarna merah yang berada di dalam citra satelit terlihat lebih tebal daripada area vegetasi hijau. Seharusnya citra tersebut menjelaskan akan adanya resiko daratan hijau Belanda yang akan terendam oleh air laut. NEAA (Netherlands Environmental Assesment Agency) mengatakan ancaman tersebut merupakan buntut panjang dari perubahan iklim dari dekade ke dekade.

Juru bicara NEAA mengatakan:”Dalam dua abad setengah beberapa negara di dunia terancam oleh naiknya permukaan air laut, terutama negara yang berada di wilayah permukaan rendah. Perbuahan tinggi permukaan air laut ini disebabkan oleh iklim yang semakin tidak menentu.” Citra satelit Belanda yang warna airnya keliru ini diambil pada 24 Mei 2002, melalui Advance Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) yang mengudara melalui satelit Terra milik NASA.


5. Greenland Terancam Mencairnya Es




Berdasarkan informasi yang diperoleh dari ICESat (Ice, Cloud, and Land Elevation Satellite) milik NASA, terlihat perubahan permuakaan es di Greenland antara tahun 2003 dengan 2006. Sebagaimana yang dijelaskan oleh NASA, bahwa wilayah berwarna putih mengindikasikan permukaan yang tebal dan warna biru mengindikasikan permukaan yang menipis. Sementara warna abu menggambarkan permukaan yang tidak berubah.

Berdasarkan catatan para ahli, keadaan permukaan es Greenland semakin membahayakan. Berdasarkan laporan Science Daily, sebuah studi mengatakan Greenland akan hilang 2000 tahun lagi jika suhunya meningkat sebesar 1,6 derajat saja.


Sumber : Uniknya

So, bagaimana ? Bukan enggak mungkin loh Negara kita tercinta juga bakalan mengalami hal mengerikan seperti itu. Bayangkan saja Jakarta sekarang dengan siklus banjir tahunan yang makin lama makin tinggi. 

+

Pendaratan Neil Amstrong di Bulan, Rekayasa ?


Pernah dengar gak, nama Neil Amstrong sama Edwin Buzz Aldrin yang diklaim sebagai orang yang pertama kali mendarat di Bulan pada 21 Juli 1969 dari NASA. Sejak itu sejarah mencatat kedua nama orang itu dan sampai ke berbagai penjuru dunia bahwa nama Neil Amstrong sebagai orang yang menginjakkan kaki di Bulan dan terkenal banget. Tapi ternyata, kalau dilihat dari analogi di zaman modern sekarang kok banyak banget kejanggalan tentang misi Apollo 11 itu. Bill Kaysing dalam bukunya : We Never Went To The Moon, pada tahun 1974 mulai menjadi awal teori Konspirasi tentang Apollo 11 itu.

Tapi bukannya asal nuduh aja dan nggak ada bukti, ada buktinya dari menyelidiki tentang foto-foto yang dipublish tentang pendaratan itu. Kaysing mengatakan dalam bukunya tentang keanehan-keanehan foto mulai dari bendera yang berkibar, jejak sepatu, bayangan dari cahaya, sampai refleksi dari helm Amstrong yang mengindikasikan hal yang kayaknya gak mungkin ada di Bulan pada saat itu.

Hal sejenis seperti itu mulai diiyakan beberapa pihak pengamat yang menduga bahwa perseteruan antara Amerika dan Rusia (Uni Soviet) yang menjadi penyebabnya. Di Soviet, mereka juga punya Luna yang bertugas menyelidiki Bulan seperti Apollo. Nah persaingan ini yang memang saat itu membuat Soviet ketar-ketir karena mereka cuma bisa mendaratkan pesawat tanpa awak di sana. Efeknya memang terasa bagi Soviet karena para penyedia dana akhirnya menarik diri karena ada yang lebih menjanjikan, dan hampir membuat bangkrut karena dana yang dikeluarkan juga gak sedikit. 

Nah, apapun itu, coba kita selidiki dulu bener gak sih Amstrong sama Buzz Aldrin beneran menginjakkan kaki mereka di Bulan seperti sejarah yang kita tahu sampai kemarin, atau cuma sekedar konspirasi dengan tujuan tertentu ?


Gak ada satupun bintang di angkasa yang tertangkap kamera, gimana coba ? bukannya kalau malam hari seharusnya ada bintang yang jauh lebih kelihatan disana daripada di Bumi karena gak ketutup sama awan ?


Bayangan yang mengarah gak searah, bukannya itu udah jadi teori fisika kalau bayangan itu akan mengarah searah dengan lajunya cahaya ? Apa mungkin karena teori fisika biasa cuma bisa diterapkan di Bumi, dan di Bulan enggak ?


Jejak kaki Buzz Aldrin yang terbentuk sempurna, tapi katanya permukaan bulan itu batuan kasar, tapi kok itu kelihatan kayak jejak yang ada pas di pantai. Dan lagi kalo dipikir baik-baik kan bukannya gravitasi bulan itu 6 kali lebih kecil dari Bumi ? Jadi untuk memungkinkan tekanan untuk jejak sesempurna itu kayaknya agak kurang wajar deh.


Bendera berkibar di Bulan ? Lalu anginnya dapet darimana ? bukannya disana itu gak ada angin, kok bisa-bisanya bendera berkibar kayak gitu ? Meskipun itu langsung dibantah oleh NASA karena katanya bendera itu sengaja dibuat agar terlihat seperti berkibar biar kelihatan heroik dengan memasang tiang dan penyangga di bagian atasnya.

aulishite-1.jpg?zoom=1.5&resize=600%2C70

Background yang sama ? padahal NASA sendiri mengungkapkan kalau kedua foto itu diambil di 2 tempat yang berbeda. Nah, kenapa kalau dicocokin gitu hasilnya sama, cuma ground nya beda ?


Objek yang mestinya gelap kenapa terlihat begitu jelas saat itu ? NASA meyakinkan karena menggunakan kamera yang sudah disetting khusus untuk karakteristik di Bulan. Tapi beneran di zaman segitu udah ada kamera yang secanggih itu ? 1969 lohhhh..


Batu yang ada huruf "C" nya, kenapa bisa ada huruf C disitu ? kan makin menguatkan aja persepsi para kaum pecinta teori konspirasi.

Tapi, meskipun begitu kita tetap bangga sebagai umat manusia karena NASA itu. Entah beneran konspirasi atau beneran ke Bulan sana. Yang pasti efeknya memang bagus buat kelanjutan kecintaan terhadap dunia Antariksa. Lagipula Amerika juga gak cuma meluncurkan Apollo 11 yang berawak 2 orang ke Bulan, ada juga Apollo 12, 13, 14 dan seterusnya sampai tahun 1972 yang akhirnya dihentikan karena pergantian, resesi pemerintahan dan pengurangan budget. 

Berharap aja biar kita bisa lebih maju buat dunia Antariksa, khususnya baut Indonesia tercinta biar kagak ketinggalan mulu.




+

Friday, 26 December 2014

Rumah Yang Punya Desain Paling Unik

1. Stone House
43 7 Rumah dengan Desain Paling Unik di Dunia

2. Crooked House
44 7 Rumah dengan Desain Paling Unik di Dunia

3. Cubic House

4. Shoe House
47 7 Rumah dengan Desain Paling Unik di Dunia

6. Hole House

7. Crack House
odd_houses17


+

Planet Yang Mirip Bumi ?

Planet Mirip Bumi Ditemukan, Diperkirakan Ada Kehidupan?

Percaya gak kalau diluar sana benar-benar ada planet yang bisa kita tinggali layaknya di Bumi sini ? Memang gak cuma sekali ditayangkan di film-film bertema antariksa yang menyebutkan kalau banyak planet yang ditinggali sejenis manusia, dengan beragam fantasinya dan beragam pula sistem kehidupannya. Tapi masih tetap bukan mustahil kalau benar-benar ada. 

Wahana antariksa pencari planet mirip Bumi, Kepler, kembali menemukan exo-planet yang memiliki ciri fisik mirip Bumi. Planet tersebut diberi nama Kepler-62f dan sangat banyak kemiripannya dengan Bumi, yang salah satunya adalah diselimuti oleh air.Planet tersebut ditemukan tak jauh dari exo-planet Kepler-62e. Namun bedanya di planet baru ini sangat mirip dengan Bumi dan kemungkinan adanya kehidupan manusia. Planet ini mengorbit pada bintang dengan jarak yang sangat pas untuk bisa dihuni oleh kehidupan. Jaraknya seperti jarak Bumi dengan Matahari sehingga temperatur planet berada pada suhu yang normal untuk adanya air. 

Computerzeichnung des Planeten Kepler-62e Kombinasi yang tepat antara jarak bintang ke planet yang memiliki sejumlah air di permukaannya membuat Kepler-62f menjadi tempat yang sangat ideal untuk dapat mengembangkan kehidupan di dalamnya. Yang nantinya, punya kemungkinan untul bisa jadi kehidupan manusia setelah Bumi tak lagi eksis. Namun peneliti mengatakan, jika pun di planet tersebut terdapat kehidupan dapat dipastikan sebagai kehidupan yang berbeda seperti apa yang biasa kita lihat di Bumi.


Pasalnya, exoplanet tersebut mengorbit pada bintang yang lebih kecil dan lebih redup dari Matahari. 
Kepler-62f berada pada jarak 1.200 tahun cahaya dari planet Bumi, dan diperkirakan 1,4 kali lebih besar dari planet kita. Sedangkan planet yang ada di dekatnya, Planet Kepler-62e berukuran 1,6 kali lebih besar dari Bumi. 

"Di sana mungkin ada kehidupan, tapi apakah kehidupan di sana sudah memiliki teknologi seperti kita sekarang ini? Kehidupan di planet ini juga diperkirakan akan sulit untuk menemukan material seperti logam, listrik, atau api untuk metalurgi," kata peneliti Lisa Kaltenegger.

"Meski demikian, saya kira dunia ini akan sama indahnya seperti planet biru yang mengorbit pada bintang orange. Yang mungkin ada kehidupan di sana dengan teknologi yang barangkali akan mengejutkan kita," Kaltenegger melanjutkan.

Berdasarkan data dari teleskop Kepler, exoplanet Kepler-62f mengorbit bintang pusatnya selama 267 hari. Yang mana jika dibandingkan dengan Bumi mengorbit Matahari selama 365 hari hanya berbeda sekira 100 hari. Posisi exoplanet tersebut dengan bintang pusatnya bisa dianalogikan posisi Venus dengan Matahari.

Tapi bukan cuma Kepler-62e dan 62f saja yang sudah diklaim bisa menopang kehidupan seperti di Bumi kita, Gliese 667C yang juga ditemukan yang berjarak 20 tahun cahaya dari Bumi juga punya karakteristik yang hampir sama. Sebelumnya, menurut Guillem Anglada Escuda, dari University of Gottingen, Jerman, para ilmuwan tidak mendapat sinyal keberadaan planet Gliese 667C dalam data-data pemantauan.

"Setelah memeriksa kembali data-data tersebut dan melakukan pemantauan baru, hasilnya positif, kami mendeteksi tanda-tanda keberadaan tentang planet itu," kata Escuda.


Escuda menambahkan, planet Gliese 667C memiliki ukuran lebih kecil dari Bumi. Sedangkan, posisi Gliese 667C yang jauh dari pusat tata surya mengakibatkan cahaya di planet itu menjadi redup dan bercuaca dingin.


"Bumi mengelilingi matahari dengan jarak yang dekat sehingga membuat cuacanya panas. Tapi, Gliese 667C tidak mengorbit dekat dengan matahari, cuacanya akan lebih sejuk," tambahnya.



















Animation Kepler-10c Megaerde


But, wherever there is, kita tetap mesti membuka pikiran kita tentang bagaimana menjaga Bumi kita yang indah ini agar tetap terjaga dan gak harus kita tinggalkan sampai ke dunia yang lain.

sumber : techno.okezone teknologi.viva dw
+

Misteri Yang Masih Bikin Puyeng Para Ilmuwan

1. Baterai Pertama Baghdad


Satu hal lagi yang kini jadi perdebatan panjang oleh para ilmuwan, ternyata penemu baterai pertama bukanlah Alesandro Volta, melainkan entah siapa di negeri Baghdad. Saat ditemukan, batu baterai dari Baghdad dari masa lebih dari 2.000 tahun lalu, bikin puyeng para arkeolog, juga ilmuwan. Artefak yang ditemukan pada 1936, di sebuah makam kuno di luar Baghdad (Khujut Rabula), diduga diciptakan di wilayah Mesopotamia.
Bentuknya berupa pot tanah liat uang mengandung paku besi galvanis yang dibungkus lembaran tembaga. Para arkeolog berteori, cairan asam — mungkin jeruk atau lemon — yang ada di dalamnya digunakan untuk menghasilkan arus listrik di dalam tabung. Secara teoritis, itu memang baterai. 

Jika benar demikian, pembuat artefak tersebut benar-benar sudah mendahului Alessandro Volta, penemu Italia yang tadinya diklaim menciptakan baterai pertama kali pada 1800 serta Michael Faraday (Inggris) yang menemukan induksi elektromagnetik dan hukum elektrolisis. Terlepas dari benar tidaknya artefak tersebut digunakan sebagai baterai, untuk apa energi listrik yang dihasilkannya masih jadi misteri. Tak ada catatan historis yang menjelaskan soal itu.

2. Manuskrip Voynich

Gak jauh beda sama Rongorongo, misteri tulisan kuno yang belum terpecahkan apa artinya, ini ada lagi Manuskrip Voynich yang juga masih bikin puyeng para ilmuwan. Sebuah naskah dari akhir Abad Pertengahan tersimpan di perpustakaan buku-buku langka di Yale University. Ditulis rapat, namun cermat, dilengkapi ilustrasi berwarna — dari bunga bermahkota besar yang tak serupa dengan tanaman apapun di Bumi, sampai gambaran kosmologi dan astrologi. Ada lagi gambar aneh seperti perempuan-perempuan telanjang, dengan perut besar, berada dalam benda mirip tong atau seperti sedang mandi dalam wadah mirip kolam kecil. Entah apa maksudnya.
Namun, yang paling aneh dari naskah ini adalah, tak ada seorang pun yang memastikan, apa sebenarnya isinya. Huruf yang tertera di dalamnya adalah aksara `alien’ yang membingungkan para ahli kriptologi, sejawaran, dan para pecinta buku selama berabad-abad. Tak ayal, Manuskrip Voynich — namanya– dinobatkan sebagai buku paling misterius di muka Bumi.

Sejarah mencatat, buku itu diserahkan oleh para Yesuit Italia dari Villa Mondragone kepada Wilfrid Voynich, seorang pedagang buku antik di awal Abad ke-20, demi untuk membiayai renovasi lembaga pendidikan mereka. Kala itu pun tak ada yang memahami maksud buku tersebut. Voynich menerima daftar pemilik manuskrip itu yang mengesankan dari Abad ke-17. Ini salah satunya: “Naskah kuno itu milik Kaisar Jerman Rudolph II (1576-1612), yang membelinya seharga 600 dukat emas dan meyakini itu adalah karya Roger Bacon. Diduga Kaisar mendapatkannya dari peramal Inggris John Dee (1527-1608). Dan, Dee diyakini memiliki sejumlah manuskrip karya Bacon yang lain.”
Seberapa keras apapun untuk menerjemahkan artinya, khususnya tentang keberadaan para perempuan tanpa busana, isinya masih jadi misteri hingga saat ini. Bahkan, gak sedikit ilmuwan yang menduganya tipuan belaka alias hoax, dengan menuding buku itu buatan Voynich sendiri.


3. Mekanisme Antikythera 

Percaya gak, kalau ternyata kebudayaan zaman kuno bahkan lebih canggih daripada zaman ini ? Sayangnya ungkapan seperti itu masih jadi perdebatan sengit oleh antar ilmuwan yang semakin puyeng setelah bukti-bukti ditemukan alat-alat canggih yang berumur ratusan tahun lalu. Mekanisme Antikythera adalah nama dari sebuah artefak yang ditemukan di sebuah kapal karam dekat Yunani pada tahun 1900. Perangkat mirip komputer analog yang diperkirakan berasal dari kebudayaan Yunani yang berkembang sekitar tahun 100 SM itu diduga digunakan untuk menentukan benda-benda langit dengan mekanisme yang kompleks, menggunakan serangkaian roda gigi perunggu.

Mekanisme Antikythera berasal dari masa jauh sebelum manusia memiliki pemahaman modern tentang astronomi dan fisika. Artefak itu dibuat lebih dari 1.600 tahun sebelum Galilei Galileo lahir, dan lebih dari 1.700 tahun sebelum Sir Isaac Newton terlahir ke dunia. Jadi, kenapa ada mesin secanggih itu dimasa lampau, dan siapa sebenarnya yang menciptakannya masih tetap bikin puyeng para Ilmuwan.


4. Orang-orang Laut (Sea People)


 Satuh hal lagi yang bikin puyeng para ilmuwan dan sejarawan adalah sebuah artefak yang menggambarkan sebuah peperangan dengan orang-orang menggunakan kapal dan dengan teknologi persenjataan yang menakjubkan. Selama Zaman Perunggu akhir, peradaban berkembang pada tingkat yang mengesankan di Mediterania dan Aegea. Kerajaan-kerajaan lahir, aturan ditegakkan, teknologi canggih ditemukan. Bangsa Mycenaea dan Minoa punya istana megah dan rumit di Yunani dan Kreta. Orang mendominasi wilayah luas di Turki, sementara orang Kanaan menguasai apa yang kini menjadi Israel, Lebanon, dan Yordania. Namun di tahun-tahun sekitar 1200 SM, semua berubah. Semua peradaban itu bak tersapu dari peta. Mereka yang bertahan seakan mundur ke masa ribuan tahun silam: tak bisa menulis, kehilangan kemampuan seni, arsitektur, dan membuat gerabah. Salah satu penyebabnya adalah ‘Sea People’ — orang-orang laut. Digambarkan sebagai kelompok prajurit barbar yang hanya sedikit menguasai peradaban. Hingga kini, sejarawan belum mengungkap dari mana mereka berasal, bagaimana bisa mereka meruntuhkan peradaban yang lebih maju dalam hal persenjataan dan teknologi, dan apa yang terjadi pada mereka setelah penaklukkan mereka akhirnya berakhir di Mesir. Identitas sejati mereka terus jadi misteri.


5. Gobekli Tepe



Gobekli Tepe diperkirakan merupakan sebuah tempat ibadah yang terletak 15 km sebelah timur laut kota Urfa di Turki tenggara. Situs yang ada di puncak pegunungan terdiri dari lebih dari 200 pilar, tingginya lebih dari 20 kaki, beratnya lebih dari 20 ton, dan disusun dalam 20 lingkaran. Ada ukiran hewan predator di sejumlah pilar. Kuil ini dianggap sebagai kuil tertua yang pernah ada di dunia. Gobekli Tepe dibangun lebih dari 13.000 tahun yang lalu, 8.000 tahun lebih dulu dari Stonehenge. Diperkirakan dibangun oleh manusia pemburu dan peramu yang selama ini ‘dituduh’ tak punya sistem simbolik yang kompleks, hierarki sosial, dan pembagian kerja


Bagaimana manusia Neolitik yang nomaden berhasil mengatur pembagian kerja kerja untuk menyelesaikan situs ini ? Mengapa itu dibangun ? Masih jadi teka-teki. Andrew Collins dalam bukunya "Gobekli Tepe : Genesis Of The Gods" beranggapan bahwa orang-orang yang ikut terlibat dalam pembangun Gobekli Tepe berasal dari budaya Swiderian. Budaya Swiderian sangat maju termasuk di antaranya menguasai teknologi alat batu yang canggih berasal dari nenek moyang mereka. Nenek moyang Swiderian mungkin berasal dari Gravettian Timur yang berkembang antara tahun 30.000 hingga 19.000 SM yang saat ini dikenal sebagai Republik Ceko. Beragam bentuk kepala mulai dari manusia, hewan sampai singa menjadi teka-teki yang makin bikin puyeng para Ilmuwan, kenapa dan bagaimana hal itu dibuat.


Bahkan, hal-hal itu yang kian menguatkan bagaimana kehidupan dan kebudayaan zaman dahulu yang malah lebih misterius dari kehidupan zaman seakarang. Kenapa orang-orang yang katanya hidup di zaman yang buta, malah mampu menciptakan sesuatu yang begitu rumit dan detail, bahkan gak bisa dijelaskan secara ilmiah oleh orang-orang yang katanya hidup di zaman teknologi cerdas sekarang ini.

sumber : terselubung
+